September

14

The Reason

Hmmm….. Kenapa aku memilih Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB? Pertanyaan ini memaksaku kembali ke saat itu. Saat dimana aku dengan tekad sekuat baja (ceilee) memilih prodi ini. Memaksaku mengingat kembali semua motivasi dan obsesiku terhadap jurusan ini.

 

Yaaah…. sama seperti siswa kelas 3 SMA lainnya yang penuh kegalauan dalam memilih jurusan,aku juga mengalaminya. Jurusan apa yang sesuai untukku? Jurusan apa yang bisa membantuku mencapai semua mimpiku? Potensi apa yang ada dalam diriku? aku tak mau memasuki prodi tertentu karena hanya mengikuti temanku atau hanya karena prestise.

 

Akhirnya pilihanku jatuh kepada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Kenapa? Pertama, kata-kata “Pangan” itu sangat menarik hati, I love cooking, even I cook nothing, hehe. Ku pikir dengan menjalani studi pada jurusan ini aku akan bertemu makanan sepanjang masa kuliah :D

 

Kedua, I think that ITP IPB is the best among the other. ITP IPB satu-satunya prodi teknologi pangan yang dapet pengakuan dari IFT (Institute of Food Technology) loooh…..

 

Terakhir….. yaaahhhh…. alasan yg ini personal banget, IPB ada di Bogor, dan my parents want me to study here. Near them :’)

 

Dan… semua alasan itu yang membuatku memilih jurusan ini. I believe that Allah make this way for me :) Keep struggle!!!!

Kabupaten Bojonegoro, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Bojonegoro berbatasan dengan Kabupaten Tuban di utara, Kabupaten Lamongan di timur, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi di selatan, serta Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di barat. Bengawan Solo mengalir di sepanjang wilayah utara Kabupaten Bojonegoro. Bagian utara merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Bagian selatan adalah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara.

Bojonegoro memiliki beragam produk pertanian karena kondisi wilayah yang sangat beragam. Salah satu hasil pertanian yang sangat tersohor dari Bojonegoro adalah kayu jati. Bojonegoro adalah kota penghasil kayu jati terbaik di Indonesia, produk unggulan kayu jati bojonegoro telah lama dikenal dan berkualitas ekspor. Wilayah-wilayah penghasil kayu jati di Bojonegoro adalah hutan kawasan Dander, hutan Klino di Kecamatan Gondang, hutan kawasan ladang minyak mentah di Kecamatan Kedewan, Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Purwosari. Hasil hutan jati dimanfaatkan penduduk Bojonegoro untuk membuat meubel jati dan beragam produk olahan jati lainnya.

Selain kayu jati, Bojonegoro juga dikenal sebagai penghasil tembakau virginia terbesar di Indonesia dan telah lama dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia. Hijaunya tanaman tembakau hampir di seluruh wilayah Bojonegoro dapat dilihat antara bulan Mei – Oktober karena umumnya kawasan pertanian Bojonegoro ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim kemarau. Hijaunya lahan tembakau dapat terlihat sepanjang kecamatan Balen, Sumberrejo hingga perbatasan Bojonegoro-Lamongan.

Bojonegoro juga memiliki produk pertanian berupa buah-buahan. Buah-buahan yang paling banyak dijumpai di Bojonegoro adalah belimbing dan salak. Salak dari Bojonegoro dikenal dengan nama Salak Wedi, salak ini terdapat di kawasan desa Wedi. Belimbing di Bojonegoro tumbuh subur di desa Ringinrejo, belimbing-belimbing yang ada rata-rata berbobot 2kg hingga 3kg.

 

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!